Inflasi ? Baik atau buruk tuh ?
Dalam dunia ekonomi, kita mengenal adanya inflasi. Sebenarnya apa itu inflasi dan apa akibatnya ke diri kita ? Disini saya akan menjelaskan dengan contoh konkret sesederhana mungkin. Dahulu pada sekitar Tahun 2007, biaya parkir hanyalah Rp. 1.000,- saja, namun sejak Tahun 2015 an, biaya parkir menjadi Rp. 2.000,- bahkan sekarang sejak Tahun 2019, biaya parkir saja sudah Rp. 3.000,- dari hal sederhana itulah kita dapat melihat inflasi memang benar adanya.
Yang menjadi pertanyaan inti disini adalah apakah inflasi ini baik atau buruk ?
Sisi baik dari inflasi ini adalah ketika anda mendapatkan kenaikan gaji atau barang yang anda produksi naik tiap tahunnya, anda akan merasa senang dan bergairah untuk bekerja lebih giat lagi. Bayangkan saja apabila tidak ada inflasi, gaji/penghasilan anda konstan begitu-begitu saja maka akan sangat membosankan, disitulah sisi baik inflasi untuk menumbuhkan semangat kerja. Namun, dibalik itu juga ada sisi buruknya, yaitu harga barang-barang kebutuhan sehari-hari menjadi ikut naik juga sehingga biaya hidup kita juga akan bertambah. Maka dari itu pemerintah menetapkan besaran inflasi yang sesuai itu sebesar apa.
Bayangkan gaji/penghasilan anda bertambah namun tetap diiringi dengan bertambahnya biaya hidup juga, disisi lain anda juga menabung namun ada inflasi yang menggerus value dari uang anda. Apakah ada solusinya ? Solusinya, tentu saja untuk melawan inflasi tersebut kita dapat memindahkan aset kita yang berbentuk cash ke aset yang kenaikan valuenya diatas dari % inflasi tersebut. Sebagai contoh anda memiliki tabungan Rp. 100.000.000,- jika anda menabung di tabungan biasa anda hanya akan dapat bunga 0,09 % p.a (bunganya 0,09 % per tahun) padahal jika kita permisalan mengambil data target dari pemerintah sebesar 3,5%, itu artinya bunga bank pada umumnya tidak bisa melawan inflasi ini. Disinilah pentingnya pengatahuan basic personal finance agar value dari uang yang telah kita kumpulkan ini tidak tergerus inflasi.
Sumber: https://unsplash.com/photos/NeTPASr-bmQ
Basic personal finance yang paling mendasar adalah melakukan semua pencatatan terhadap pemasukan dan pengeluaran uang anda, serta mencatat dan menggolongkan yang mana aset, yang mana liabilitas. Setelah mengetahui itu semua pasti anda akan terkejut ternyata banyak sekali pengeluaran yang tak terduga, yang dianggap kecil nominalnya namun apabila dijadikan satu pasti akan menjadi besar sekali nominalnya. Sebagai contoh untuk mahasiswa, biasanya ada waktu untuk nongkrong dengan teman anda di coffeeshop dimana satu kopi misalkan Rp. 15.000,- belum dengan snack dan lain-lain, atau pindah di tongkrongan coffeeshop lainnya jika di totalkan dalam sebulan kamu bisa mengeluarkan biaya hampir setengah juta hanya untuk sebuah kopi belum dengan tambahan lainnya. Hal itulah yang harus disadari saat kita melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukkan secara berkala agar kita mengetahui bahwa bocornya uang kita itu dimana saja sehingga kita bisa mengantisipasinya. Pencatatan aset dan liabilitas juga penting agar kita mengetahui apa saja aset yang kita miliki dan berapa jumlah hutang yang kita miliki, jangan sampai kita berhutang terus menerus tanpa kita mengetahui jumlah total hutang kita, nanti kita akan kesulitan dalam melakukan pembayarannya, selain itu juga kita harus bisa menggolongkan mana yang termasuk aset produktif dan yang tidak produktif, dan hutang mana yang produktif, dengan hutang tidak produktif. Sekian dari saya, sampai bertemu di artikel selanjutnya.
Copyright © 2020. All Rights Reserved.
Semua tulisan dalam blog ini memiliki hak cipta oleh penulis yang dilindungi oleh Undang-Undang.


Komentar
Posting Komentar